Monday, 10 June 2013

HAKIKAT DAN KARAKTERISTIK IPS


HAKIKAT DAN KARAKTERISTIK IPS



Menurut sumber lain S.Nasution mendefinisikan IPS sebagai pelajaran yang merupakan fusi atau paduan sejumlah mata pelajaran sosial. Dinyatakan bahwa IPS merupakan bagian kurikulum sekolah yang berhubungan dengan peran manusia dalam masyarakat yang terdiri atas berbagai subjek sejarah, ekonomi, geografi, sosiologi, antropologi, dan psikologi sosial.

Dengan demikian, IPS bukan ilmu sosial dan pembelajaran IPS yang dilaksanakan baik pada pendidikan dasar maupun pada pendidikan tinggi tidak menekankan pada aspek teoritis keilmuannya, tetapi aspek praktis dalam mempelajari, menelaah, mengkaji gejala, dan masalah sosial masyarakat, yang bobot dan keluasannya disesuaikan dengan jenjang pendidikan masing-masing. Kajian tentang masyarakat dalam IPS dapat dilakukan dalam lingkungan yang terbatas, yaitu lingkungan sekitar sekolah atau siswa atau dalam lingkungan yang luas, yaitu lingkungan negara lain, baik yang ada di masa sekarang maupun di masa lampau. Dengan demikian siswa yang mempelajari IPS dapat menghayati masa sekarang dengan dibekali pengetahuan tentang masa lampau umat manusia.


a.    Ilmu Sosial (Sicial Science)

Achmad Sanusi memberikan batasan tentang Ilmu Sosial (Saidihardjo,1996.h.2) adalah sebagai berikut: “Ilmu Sosial terdiri disiplin-disiplin ilmu pengetahuan sosial yang bertaraf akademis dan biasanya dipelajari pada tingkat perguruan tinggi, makin lanjut makin ilmiah”.

b.   Studi Sosial (Social Studies).

Berbeda dengan Ilmu Sosial, Studi Sosial bukan merupakan suatu bidang keilmuan atau disiplin akademis, melainkan lebih merupakan suatu bidang pengkajian tentang gejala dan masalah social. Tentang Studi Sosial ini, Achmad Sanusi (1971:18) memberi penjelasan sebagai berikut : Sudi Sosial tidak selalu bertaraf akademis-universitas, bahkan merupakan bahan-bahan pelajaran bagi siswa sejak pendidikan dasar dan dapat berfungsi sebagai pengantar bagi lanjutan kepada disiplin-disiplin ilmu sosial.

c.    Pengetahuan Sosial (IPS)

Pada dasarnya Mulyono Tj. (1980: 8) memberi batasan IPS adalah merupakan suatu pendekatan interdsipliner (Inter-disciplinary Approach) dari pelajaran Ilmu-ilmu Sosial. IPS merupakan integrasi dari berbagai cabang Ilmu-ilmu Sosial, seperti sosiologi, antropologi budaya, psikologi sosial, sejarah, geografi, ekonomi, ilmu politik, dan sebagainya. Hal ini lebih ditegaskan lagi oleh Saidiharjo (1996: 4) bahwa IPS merupakan hasil kombinasi atau hasil perpaduan dari sejumlah mata pelajaran seperti: geografi, ekonomi, sejarah, sosiologi, antropologi, politik.

Berdasarkan kerangka tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa IPS adalah bidang studi yang mempelajari, menelaah, menganalisis gejala dan masalah social di masyarakat dengan meninjau dari berbagai aspek kehidupan



Latar belakang dimasukkannya bidang studi IPS ke dalam kurikulum sekolah di Indonesia karena pertumbuhan IPS di Indonesia tidak terlepas dari situasi kacau, termasuk dalam bidang pendidikan, sebagai akibat pemberontakan G30S/PKI, yang akhirnya dapat ditumpas oleh Pemerintahan Orde Baru. Setelah keadaan tenang pemerintah melancarkan Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita). Pada masa Repelita I (1969-1974) Tim Peneliti Nasional di bidang pendidikan menemukan lima masalah nasional dalam bidang pendidikan. Kelima masalah tersebut antara lain:

1.         Kuantitas, berkenaan dengan perluasan dan pemerataan kesempatan belajar.

2.         Kualitas, menyangkut peningkatan mutu lulusan

3.         Relevansi, berkaitan dengan kesesuaian sistem pendidikan dengan kebutuhan pembangunan.

4.         Efektifitas sistem pendidikan dan efisiensi penggunaan sumber daya dan dana.

5.         Pembinaan generasi muda dalam rangka menyiapkan tenaga produktif bagi kepentingan pembangunan nasional.

B.        Karakteristik IPS dapat dilihat dari 2 perspektif :

-Interdisipliner yang artinya  bisa dilihat dari satu rumpun mata pelajaran.

-Multidisipliner yaitu dapat dilihat dari berbagai aspek dan rumpun mata pelajaran.

Hubungan IPS dengan Mata Pelajaran Lainnya:



Ø  Hubungan IPS dengan Mapel  Agama

Kesadaran akan adanya keterbatasan dari diri manusia telah ada sejak manusia itu ada. Keterbatasan akan memahami kejadian alam seperti gempa bumi, gunung meletus, dan sebagainya. Keterbatasan manusia memahami peristiwa-peristiwa dalam kehidupan sehari-hari seperti kelahiran, kematian,sakit dan mimpi. Kesadaran ini menyadarkan manusia akan adanya kekuatan diluar dari dirinya yang tidak tampak  dan diluar jangkauan pikirannya yaitu disebut kekuatan supranatural.

Dari adanya kesadaran akan kekuatan supranatural itulah lahir sistem kepercayaan. Seperti kepercayaan pada roh nenek moyang (animisme), kepercayaan pada kekuatan alam (dinamisme),  kepercayaan yang menganggap suci binatang tertentu (totemisme), pemujaan kepada pelaksanaan upacara (shamanisme), percaya pada dewa-dewa (politheisme), dan sebagainya.



Ø  Hubungan IPS dengan Bahasa Indonesia

Bahasa mencerminkan kepribadian individu dan kebudayaan masyaraktnya, dan pada gilirannya bahasa turut membentuk kepribadian dan kebudayaan. Hubungan antara bahasa seorang individu dan kepribadiannya, seperti juga halnya hubungan antara bahasa dan kebudayaan. Cara berbicara seseorang mencerminkan kepribadiannya, gaya kognitifnya dan disposisi kepribadiannya.Bahasa dibentuk oleh kaidah aturan serta pola yang tidak boleh dilanggar agar tidak menyebabkan gangguan pada komunikasi yang terjadi. Kaidah, aturan dan pola-pola yang dibentuk mencakup tata bunyi, tata bentuk dan tata kalimat. Agar komunikasi yang dilakukan berjalan lancar dengan baik, penerima dan pengirim bahasa harus harus menguasai bahasanya.



Ø  Hubungan IPS dengan Pendidikan Kewarganegaraan

Memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap masyarakat atau lingkungannya, melalui pemahaman terhadap nilai-nilai dan kebudayaan masyarakat serta menjadi warga negara yang baik. Mempersiapkan siswa menjadi warga negara yang baik dalam kehidupannya dan mengembangkan kemampuan siswa  menggunakan penalaran dalam mengambil keputusan pada setiap persoalan yang dihadapinya.



C.        Tujuan Pendidikan IPS

Di sepanjang sejarahnya IPS selama ini memiliki 5 tujuan yaitu :

1.       IPS mempersiapkan  siswa untuk studi lanjut di bidang social sciences jika ia nantinya masuk perguruan tinggi.

2.       IPS yang bertujuan mendidik kewarganegaraan yang baik.

3.       IPS yang hakikatnya merupakan suatu kompromi antara tujuan 1 dan 2.

4.       IPS mempelajari closed areas atau masalah-masalah sosial yang pantang untuk dibicarakan di muka umum.

5.       Menurut pedoman khusus bidang studi dan pembelajaran IPS  mengarah kepada 2 hal.

a.       Pembinaan warga negara Indonesia atas dasar moral pancasila / UUD 1945.

b.      Sikap sosial yang  rasional dalam kehidupan,karena untuk dapat memahami dan selanjutnya mampu memecahkan masalah-masalah sosial perlu ada pandangan terbuka dan rasional.



Sedangkan menurut KTSP 2006:

        Agar siswa memiliki kemampuan mengenal konsep-konsep yang berkaitan dg kehidupan masyarakat dan lingkungannya.

        Memiliki kemampuan dasar berfikir logis dan kritis, rasa ingin tahu, inkuiri, memecahkan masalah, dan keterampilan sosial dalam kehidupan sosial.

        Memiliki komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan kemanusiaan

        Memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerjasama dan berkompetisi dlm masyarakat majemuk, di tingkal lokal, nasional dan global.

Sedangkan secara rinci Oemar Hamalik merumuskan tujuan pendidikan IPS berorientasi pada tingkah laku para siswa, yaitu :

1.      pengetahuan dan pemahaman,

2.      sikap hidup belajar,

3.      nilai-nilai sosial dan sikap, dan

4.      keterampilan.

Tujuan utama ilmu pengetahuan sosial ialah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar peka terhadap masalah sosial yang terjadi di masyarakat, memiliki sikap mental positif terhadap perbaikan segala ketimpangan yang terjadi, dan terampil mengatasi setiap masalah yang terjadi sehari-hari, baik yang menimpa dirinya sendiri maupun yang menimpa masyarakat. Tujuan tersebut dapat dicapai manakala program-program pelajaran ips di sekolah di organisasikan secara baik.

Oleh karena itu, pengajaran IPS harus menggali materi-materi yang bersumber pada masyarakat. Dengan kata lain, pengajaran IPS yang melupakan masyarakat atau yang tidak berpijak pada kenyataan di dalam masyarakat tidak akan mencapai tujuannya.

Simpulan

IPS merupakan bidang studi yang cara pandangnya bersifat terpadu, artinya bahwa IPS merupakan perpaduan dari sejumlah mata pelajaran sejarah, geografi, ekonomi, sosiologi, antropologi. Adapun perpaduan ini disebabkan mata pelajaran-mata pelajaran tersebut mempunyai kajian yang sama yaitu manusia.

Pendidikan IPS penting diberikan kepada siswa pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, karena siswa sebagai anggota masyarakat perlu mengenal masyarakat dan lingkungannya. Untuk mengenal masyarakat siswa dapat beljar melalui media cetak, media elektronika, maupun secara langsung melalui pengalaman hidupnya ditengah-tengah msyarakat.

Dengan pengajaran IPS, diharapkan siswa dapat memiliki sikap peka dan tanggap untuk bertindak secara rasional dan bertanggungjawab dalam memecahkan masalah-masalah sosial yang dihadapi dalam kehidupannya.













Disusun Oleh :

Ò    RIJAL HARYANTO        06316 1111 079



FAKULTAS

KEGURUAN DAN ILMU PENGETAHUAN

UNIVERSITASMUHAMMADIYAH SUKABUMI





No comments:

Post a Comment

Your My Place the Rest

Free Music Online
Free Music Online