Monday, 17 June 2013

Konten IPS

Fakta, Konsep, Generalisasi dan Teori dalam IPS

Pengertian Fakta, Konsep, Generalisasi Dan Teori Dalam IPS
Ilmu-ilmu sosial mengkaji perilaku manusia yang berlangsung dalam proses kehidupan sehari-hari dalam upaya menjelaskan mengapa manusia berperilaku seperti apa yang mereka lakukan. Pengetahuan tentang tidakan atau perilaku manusia ini memberikan suatu pola dasar bagi materi Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).
Dalam suatu stuktur ilmu pengetahuan, termasuk didalamnya ilmu sosial,tersusun dalam 3 (tiga) tingkatan materi, dimulai dari yang paling sempit sampai kepada yang paling luas luas, (1) fakta, (2) konsep (3) generalisasi (Savage dan Armstrong dalam Fakih Samlawi dan Bunyamin Maftuh, 1998 : 4).

Fakta
Fakta adalah sesuatu yang betul-betul ada dan bersifat khas, kongkrit dan tidak berulang. Dalam IPS, fakta berhubungan dengan masyarakat dan lingkungannya, oleh karena itu jumlahnya tidak terbatas.


Fakta adalah kejadian khusus dari peristiwa atau benda yang pada akhirnya menjadi bahan mentah atau menjadi observasi oleh ilmuan pengetahuan sosial.

Kedudukan fakta dalam IPS adalah sebagai data atau informasi yang diperlukan untuk membentuk suatu konsep dan generalisasi, karena konsep dan generalisasi harus dibuktikan dengan fakta-fakta yang ada, tanpa fakta konsep tidak akan terbentuk, tanpa konsep generalisasi pun tidak ada. Fakta bisa juga diartikan sebagai suatu informasi atau data yang ada atau terjadi dalam kehidupan sehari-hari dan dikumpulkan dan dikaji oleh para ahli ilmu social yang terjamin kebenarannya.

Ilmu sosial mempelajari tindakan-tindakan manusia yang berlangsung dalam proses kehidupan dalam upaya menjelaskan mengapa manusia berperilaku seperti apa yang mereka lakukan. Setiap ilmu sosial merupakan suatu disiplin ilmu yang merupakan suatu batang tubuh atau struktur ilmu pengetahuan (Body of Knowledge) atau tubuh dalam ilmu pengetahuan.
Menurut Savage dan Amstrong (dalam Taneo, 2010 : 111) struktur ilmu sosial terdiri dari tiga tingkatan, dimulai dari yang paling sempit ke yang paling luas, yaitu : (1) fakta, (2) konsep, (3) generalisasi.
Fakta :
Adalah kenyataan yang ada disekitar kita yang tidak terbatas jumlahnya,adalah ramuan dari pemikiran atau bahan dasar pembentuk konsep,objek dan kesan inderawi.
Konsep
Konsep adalah suatu kesepakatan bersama untuk penamaan sesuatu dan merupakan alat intelektual yang membantu kegiatan berfikir dan memecahkan masalah. Terdapat dua makna dari katakonsepyaitu:
 Pertama bermakna sebagai rencana, rancangan atau draf.


Kedua bermakna sebagai gagasan, ide pokok, atau pokok-pokok pikiran.
Ada beberapa definisi tentang konsep menurut para ahli, yaitu :
Menurut S. Hamid Hasan (1995); konsep adalah pengabstraksian dari sejumlah benda yang memiliki karaakteristik yang sama, seperti: kursi,meja, rumah dan sebagainya.
Menurut More dalam Skell (1995:30), konsep adalah sesuatu yang tersimpan dalam benak atau fikiran manusia berupa ide dan gagasan.
Parker mengemukakan konsep adalah gagasan-gagasan tentang sesuatu, atau gagasan yang ada melalui contoh-contoh.
Konsep dapat dipahami apabila dibahas tentang atribut, kelas (golongan), dan simbol. Atribut adalah ciri yang membedakan tabel objek atau peristiwa atau proses dari objek, peristiwa atau proses lainnya. Atribut dapat didasarkan atas fakta berupa informasi kongkrit yang dapat dibuktikan melalui laporan seseorang atau hasil pengamatan langsung.Kelas (golongan): Pengelompokan kategori dari benda, kejadian atau gagasan (pikiran). Setiap kelas memasukan atribut yang sama dan mengeluarkan atribut yang berbeda atau tidak berhubungan. Simbol, dapat dinyatakan dengan kata, tanda, gerakan badan, angka sebagai alat untuk mengkomunikasikan dengan kelas lain.

Fakih Samlawi (1998) mengemukakan bahwa Generalisasi merupakan sejumlah konsep yang memiliki keterkaitan dan makna. Lebih lanjut dikemukakan bahwa generalisasi berupa pernyataan tentang hubungan diantara konsep.
Ciri-ciri generalisasi :
1.Menunjukan hubungan dua konsep atau lebih.
2.Bersifat umum dan merupakan abstraksi yang menunjukan pada keseluruhan kelas dan bukannya bagian atau contoh.
3.Adanya tingkat abstraksi yang lebih tinggi dari sekedar konsep.
4.Berdasarkan pada proses dan dikembangkan atas dasar penalaran dan bukan hanya berdasarkan pengamatan semata.
5.Berisi pernyataan-pernyataan yang dapat dibuktikan kebenarannya dan validasi artinya diuji berdasarkan bukti-bukti yang pasti dengan menggunakan system penalaaran dan equity.


Bukanlah sekedar pernyataan yang diverbalkan atau penegasan pernyataaan akan tetapi satu kesatuan penting.

Fungsi generalisasi:
Sebagai tujuan umum studi social atau IPS.
Membantu dalam pemilihan bahan pengajaran.
Mengorganisasikan kegiatan belajar mengajar.
Membantu dalam membangun pengertian (artikulasibahan-bahan pengajaran dalam kurikulum studi IPS.

No comments:

Post a Comment

Your My Place the Rest

Free Music Online
Free Music Online